Menpora Imam Nahrawi : Perlu Membentuk Ilmu Keolahragaan Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Industri

oleh

JAKCITY(Jakarta ) – Pelunya   membentuk atau penciptaan pengetahuan khususnnya bidang ilmu keolahragaan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri serta perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi di era abad milenium pada industri 4.0. yang dikenal dengan fourpoint O industries. Demikian  diungkapkan Menpora Imam Nahrawi   dalam kata sambutannya di  seminar dan lokakarya ilmiah dalam rangka rancang bangun kelembagaan pendidikan olahraga Indonesia yang berlangsung diJakarta, 26 hingga 28 Desember 2018.

“Perlu saya sampaikan,  kegiatan Seminar dan Lokakarya ini merupakan bentuk aksi nyata Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk segera menindaklanjutihasil-hasil keputusan Rapat Terbatas tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia(SDM) Untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi pada tanggal 21 November 2018 diIstana Bogor yang langsung dipimpin oleh Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo,” Jelas Imam Nahrawi.

Tidak dapat dipungkiri, Keberhasilan menjadi tuan rumah serta kesuksesan pencapaian prestasi pada Asian Games 2018 memberikan “kode keras” kepada dunia internasional, bahwa Indonesia adalah salah satu negara besar Asia di bidang olahraga.  Keberhasilan meggelar event olahraga AsianGames 2018,  membuat Indonesia  siap  bersaing dengan raksasa-raksasa olahraga Asia.“Indonesia sudah sangat siap bila dipercaya menjadi tuan rumah Olympiade tahun2032 sesuai dengan harapan Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo,” ungkap  Imam Nahrawhi.

Seperti  diketahui,  lanjut Imam, penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu telah menghasilkan beberapa legacy besar yang membanggakan bagibangsa Indonesia, dan satu diantara legacy tersebut adalah  sportsvenue yang bertaraf internasional di Jakarta dan Palembang. Legacy ini,jelasnya, harus menjadi magnitude dan daya tarik bagi provinsi-provinsilain di Indonesia untuk terus bekerja keras membangun sports venue didaerahnya masing-masing.

Kata Imam lagi, selamaini,  pemahaman masyarakat tentang  pendidikan  keolahragaan di Indonesia   hanya bersifat ilmu kejuruan yang berada di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). Oleh karena itu, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi (science and technology) serta perkembangan epistemologi ilmu keolahragaan kekinian, maka keilmuan di bidang keolahragaan sudah harus memiliki kompetensi-kompetensi baru dan khusus,   sepertiSport Science and Technology (sport scientech), Sport Industry (include: business and marketing), Sportof Law, Sport Media and Journalist, dan lain-lain.

“Bahkan, di negara-negarara ksasa olahraga dunia, mereka sudah lama memiliki Olympic Studies Centre (OSC)dengan silabus atau kurikulum yang berjenjang dan sistematis, “ ungkap Imam yang dalam kata sambutannya dibacakan oleh  Ketua Pelaksana Seminar dan Lokakarya Rancang Bangun Kelembagaan Pendidikan,  HeruBramoro. (JC-01)