Institut Pertanian Bogor jadi IPB University

oleh

JAKCITY (Bogor) – Perubahan penyebutan nama Institut Pertanian Bogor (IPB) dilakukan dalam terjemahan Bahasa Inggris menjadi IPB University. Karena sejak lama telah ada dualisme dalam terjemahan Institut Pertanian Bogor ke Bahasa Inggris.

Rektor IPB University, Dr Arif Satria, pada acara Rabuan Bersama Awal Tahun bertemakan “Maju Bersama Menuju IPB Future 4.0” di Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (30/1), mengatakan, “Kita perlu mengevaluasi kesehatan sebuah brand yang dianalogikan dengan menguji seberapa berartinya brand tersebut di mata stakeholders.

Dia mengatakan walaupun terjemahan yang lebih sesuai adalah Bogor Agricultural Institute sudah lama IPB menggunakan terminologi Bogor Agricultural University dalam bahasa Inggris.

Alasan mengapa dipilih kata University diawali pemikiran telah lama IPB menawarkan program studi yang lebih banyak dan luas, lebih dari aspek pertanian dan kelautan saja. Hal yang berubah dari brand IPB ini adalah jika awalnya Bogor Agricultural University terasa lebih panjang, maka disederhanakan menjadi IPB University.

Hasil studi eksplorasi stakeholders memberikan masukan bahwa kata “Pertanian” dalam “Insitut Pertanian Bogor” sering diartikan secara sempit oleh calon mahasiswa maupun orang tuanya.

Karena tawaran dari lembaga pendidikan ini sudah lebih banyak lagi, maka kata IPB University sebagai brand akan mempunyai asosiasi yang lebih luas dan menjanjikan nilai yang lebih tinggi.

Ada beberapa brand perusahaan yang menempuh strategi ini untuk memberikan kesederhanaan dalam pengucapannya, namun lebih solid dalam paparannya dan menjelaskan janji brand. Untuk itulah IPB mengubah nama Bogor Agricultural University menjadi IPB University.

Kegiatan rebranding ini juga melihat kebutuhan baru para mahasiswa dan pihak lainnya. Slogan lama Searching and Serving the Best dirasakan sudah menjadi sebuah keharusan dan kekuatan Institusi.

Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka IPB University merasakan kebutuhan untuk memiliki janji baru yang lebih khusus, berbeda dari universitas lain.

Hasil riset dan diskusi dengan para pihak kunci memperoleh rangkain kata janji barunya yaitu Inspiring Innovation with Integrity.

“Integrity” merupakan kata yang sangat sering direkatkan terhadap IPB, baik itu menggambarkan lulusannya maupun pengajar dan mahasiswanya, dan seluruh civitasnya.

Kata “Innovation” telah lama dibuktikan oleh IPB dengan berbagai penghargaan yang diberikan oleh lembaga di dalam dan di luar negeri, tetapi masih kurang dikomunikasikan dengan baik.

Sementara itu “Inspiring” bermakna mencerahkan dan memberikan ide untuk berbuat sesuatu yang baik.

Ada berbagai pendekatan untuk mengevaluasi kesehatan brand. Ada cara “jalan pintas versus penelusuran secara seksama”, ujarnya.

Karena layanan dalam pendidikan tinggi ini bersifat jasa yang melibatkan banyak pihak, maka jalan pintas tidak direkomendasikan.

Pendekatan Ethnography Marketing yang dipilih dalam riset ini merupakan jalan panjang penelusuran untuk memahami konsumen secara holistik dari berbagai sudut dan perspektif, ujarnya.

Dalam hal ini IPB telah melakukan rangkaian penelusuran data primer maupun sekunder dengan berbagai teknik yaitu workshop internal dengan tokoh kunci, wawancara mendalam dengan mahasiswa, orangtua, guru-guru di sekolah.

Hasil kajian ilmiah tentang perubahan brand IPB tersebut sudah disampaikan dalam berbagai pertemuan dengan stakeholder, termasuk dalam rapat Senat Akademik. Selanjutnya sebutan Bahasa Inggris dan tagline baru ini akan disahkan melalui keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) IPB. (Ant/JC-02)